Menubuhkan Gaharu Keluarga dalam Diri dan Organisasi

Kini Sartika, Sarma, dan Jojor sering menjadi narasumber untuk berbagi pengalaman mendampingi komunitas keluarga dengan pendekatan Gaharu Keluarga bagi organisasi-organisasi di Sumatera.
Sartika Gaharu Keluarga Ashoka Indonesia March 2025

“Saya, Kak Sarma, dan Jojor kini menjadi Resource Person Gaharu Keluarga di komunitas. Sudah semelekat itu Gaharu Keluarga pada diri saya dan PESADA.”  

 

Bulan Agustus 2022, Sartika menghadiri Pelatihan Fasilitator Gaharu Keluarga di Bogor bersama dengan dua orang rekannya, Sarma dan Johor. Mereka bertiga mewakili Perkumpulan Sada Ahmo (PESADA), organisasi yang diinisiasi oleh Dina Lumbantobing, Ashoka Fellow 1993. PESADA didirikan untuk mendorong penguatan ekonomi dan politik yang berpihak pada kesetaraan gender dan keadilan sosial di Sumatera Utara.  

 

Sepulang pelatihan, Sartika mengembangkan pendekatan keluarga ke komunitas dampingannya yang mayoritas adalah keluarga petani. Beberapa metode ia terapkan. Misalnya Sungai Kehidupan Keluarga, dimana keluarga dampingannya membuat perjalanan hidup keluarga melalui gambar dan bercerita. Metode lainnya Layar Gaharu, yakni aktivitas menonton film bersama anggota keluarga komunitas dan membahas bersama hal-hal yang dipelajari dari film yang ditonton.  

 

Sartika merasa pendekatan ini cukup efektif ketika mendampingi kelompok dampingan. Menurutnya, untuk mendekati keluarga petani, cara yang paling tepat adalah dengan kunjungan langsung ke rumah keluarga dampingan dan berbincang santai. Tak jarang ia menjadi tempat cerita keresahan para perempuan.  

 

Salah satu dampingan Sartika adalah keluarga pasangan Ibu Sophia Manik dan Bapak Jahotma. Mereka memiliki 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan. Semula mereka mengalami kesulitan mengatur relasi dan komunikasi antar anggota keluarga. Sejak terlibat dalam pendampingan oleh tim PESADA, komunikasi di keluarga menjadi lebih terbuka dan anak-anak menjadi lebih bersemangat berkegiatan di sekolah ataupun gereja.  

Anak-anak mereka juga diajarkan tentang adab mandi di sungai, bagaimana cara membersihkan tubuh, dan menyadari apa yang boleh dan tidak boleh dengan ketubuhan mereka. Cara ini ditujukan untuk mengurangi resiko kekerasan seksual pada anak dan remaja yang rentan terjadi di pedesaan.  

 

Pada bulan Maret 2024, Sartika kembali mengikuti Pelatihan Fasilitator Gaharu Bumi, yakni pelatihan tematik untuk mengaktivasi keluarga dalam isu iklim dan lingkungan. Sartika mengakui, menjadi bagian dari Gaharu Keluarga membuat sudut pandangnya lebih terbuka dan memiliki banyak pengetahuan terutama mengenai isu-isu yang berkaitan dengan keluarga. Disamping itu, nilai-nilai yang dipegang oleh Gaharu Keluarga juga diterapkan baik di dalam keluarga sendiri maupun di komunitasnya.  

 

Tahun 2024 menjadi tahun yang penuh harapan bagi tim PESADA. Pendekatan Gaharu Keluarga terus berkembang, bahkan didukung oleh Kepala Desa, anggota DPRD Perempuan, hingga Bupati Kabupaten Dairi yang baru terpilih. Sartika mengungkapkan, kini PESADA memiliki kontrak politik dengan pemerintah daerah berupa Surat Kesepakatan dukungan program Gaharu Keluarga di Desa Juma Teguh, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.  

 

Kini Sartika, Sarma, dan Jojor sering menjadi narasumber untuk berbagi pengalaman mendampingi komunitas keluarga dengan pendekatan Gaharu Keluarga bagi organisasi-organisasi di Sumatera. Terlebih, PESADA kini tergabung dalam PERMAMPU, konsorsium delapan organisasi perempuan yang bekerja di 8 propinsi dan 34 kabupaten di Pulau Sumatera. Gaharu Keluarga menjadi salah satu pendekatan yang dikembangkan di program PERMAMPU. Dan akhir 2024 lalu, Sartika dipercaya sebagai Direktur PESADA yang akan terus mengawal perubahan dari keluarga dan komunitas akar rumput.